Rabu, 12 Maret 2014

Petir


Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kondensator raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Berkas:Thunder.jpg

Selasa, 04 Februari 2014

Macam-Macam Kabel

Berbagai Macam Jenis Kabel Listrik

 1. Kabel NYA



Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yan relatif murah. Lapisan isolasinya hanya satu lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (kabel NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.

Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel baiknya dipasang di dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak langsung tersentuh oleh manusia.

2. Kabel NYM



Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya berwarna putih atau abu-abu) ada yang berinti dua, tiga atau empat. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari pada kabel NYA namun harganya lebih mahal dari pada kabel NYA. Kabel ini bisa di pergunakan di lingkungan yang kering ataupun basah namun tidak boleh di tanam.

3. Kabel NYAF


Kabel NYAF merupakan jenis kabel feksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas tinggi.

4. Kabel NYY

Kabel NYY memiliki isolasi PVC yang biasanya berwarna hitam, ada yang berinti dua, tiga atau empat. Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah) dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM dan harganya pun lebih mahal daripada kabel NYM. Kebal NYY memiliki isolasi yang bahannya tidak disukai tikus.

5. Kabel NYFGbY



Kabel NYFGbY digunakan untuk instalasi bawah tanah, di dalam ruangan di dalam saluran - saluran dan pada tempat - tempat terbuka dimana ganguan mekanis sangat dibutuhkan, atau untuk tekanan rentangan yang tinggi selama dipasang dan dioperasikan.

6. Kabel ACSR

Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari almunium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran - saluran  transmisi tegangan tinggi, diamana antara jarak menara atau tiang berjauhan mencapai ratusan meter maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat kabel ACSR.

7. Kabel AAAC

 Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campur logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide untuk memberi sifat yang lebih baik. kabel ini biasanya dibuat daro paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu sifat anti karat dan kekuatan yang lebih baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.


aumber: http://gudang-listrik.blogspot.com/2012/03/macam-macam-kabel.html

Membuat Generator DC

Untuk membangkitkan listrik tenaga angin atau tenaga air diperlukan dinamo (alternator). Namun sayangnya harga dinamo mahal dan sering kali bentuknya tidak sesuai dengan kondisi lingkungan dimana pembangkit listrik akan dibuat.  Terutama untuk pembangkit listrik menggunakan tenaga angin.
Dari berbagai penelusuran yang penulis lakukan, ada cara mudah membuat alternator. Dimana bahan-bahannya ada di hampir seluruh wilayah di Indonesia, seperti kawat tembaga beremail, magnet, plat besi, resin dan katalis serta kain fiberglass.
Kawat tembaga digunakan untuk membuat gulungan kawat. Sedang mangnet digunakan untuk mempengaruhi gulungan kawat agar menimbulkan arus dan tegangan listrik. Sedang plat besi digunakan sebagai dudukan magnet berputar yang digerakkan oleh turbin angin atau air. Sedang resin dan kain fiberglass digunakan untuk mengecor spul atau gulungan kawat.
Untuk bagian pertama ini, penulis sudah membuat sketsa gambar spul/gulungan kawat/kumparan 3 phasa. Spul tersebut menggunakan kawat beremail 1 mm dengan jumlah gulungan sebanyak 60 – 70 gulung. Banyaknya kumparan untuk eksperimen kita kali ini adalah sebanyak 9 kumparan. Dengan cara penyusunan dan penyambungan tiap kumparan seperti dalam sketsa gambar berikut.


Contoh gambar spul/gulungan yang sedang dicor dengan fiberglass.
Hasil dari pengecoran spul/gulungan/kumparan untuk dinamo/alternator pembakit listrik.
Perlu diketahui bahwa arus yang keluar dari kumparan jika dipengaruhi oleh magnet yang berputar adalah arus AC (Arus Bolak Balik). Untuk dapat mengisi baterai kita  harus merobah arus AC tersebut menjadi arus DC (Arus Searah). Caranya adalah dengan menggunakan jembatan dioda (dioda bridge) atau bagusnya menggunakan Rectifier 35 Amper berpendingin sebanyak 3 buah untuk mengantisipasi beban lebih yang mengakibatkan panas pada rectifier/dioda.
Contoh gambar Dioda Bridge/Rectifier 35 Amper (kiri) dan Pendinginnya (kanan). Diperlukan 3 buah rectifier untuk alternator yang kita buat.

sumber: http://energinonfosil.wordpress.com/2010/11/30/cara-membuat-generator-dc-alternator-3-phasa-bagian-1/