Dari berbagai penelusuran yang penulis lakukan, ada cara mudah membuat alternator. Dimana bahan-bahannya ada di hampir seluruh wilayah di Indonesia, seperti kawat tembaga beremail, magnet, plat besi, resin dan katalis serta kain fiberglass.
Kawat tembaga digunakan untuk membuat gulungan kawat. Sedang mangnet digunakan untuk mempengaruhi gulungan kawat agar menimbulkan arus dan tegangan listrik. Sedang plat besi digunakan sebagai dudukan magnet berputar yang digerakkan oleh turbin angin atau air. Sedang resin dan kain fiberglass digunakan untuk mengecor spul atau gulungan kawat.
Untuk bagian pertama ini, penulis sudah membuat sketsa gambar spul/gulungan kawat/kumparan 3 phasa. Spul tersebut menggunakan kawat beremail 1 mm dengan jumlah gulungan sebanyak 60 – 70 gulung. Banyaknya kumparan untuk eksperimen kita kali ini adalah sebanyak 9 kumparan. Dengan cara penyusunan dan penyambungan tiap kumparan seperti dalam sketsa gambar berikut.
Perlu diketahui bahwa arus yang keluar dari kumparan jika dipengaruhi oleh magnet yang berputar adalah arus AC (Arus Bolak Balik). Untuk dapat mengisi baterai kita harus merobah arus AC tersebut menjadi arus DC (Arus Searah). Caranya adalah dengan menggunakan jembatan dioda (dioda bridge) atau bagusnya menggunakan Rectifier 35 Amper berpendingin sebanyak 3 buah untuk mengantisipasi beban lebih yang mengakibatkan panas pada rectifier/dioda.
sumber: http://energinonfosil.wordpress.com/2010/11/30/cara-membuat-generator-dc-alternator-3-phasa-bagian-1/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar